Senin, 15 Februari 2016

PANCA INDERA

PANCA INDRA

KULIT

  • Kulit merupakan indra peraba yang mempunyai reseptor khusus (Tango Reseptor)
  • P-T , K-D ,R-P , M -PRS
  1. Pacini - Tekanan
  2. Krause - Dingin
  3. Rufini - Panas
  4. Meisner - Perabaan dan Sentuhan

struktur-kulit


Kulit terdiri dari lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam atau lapisan dermis.
EPIDERMIS
  • Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah dan sel saraf.
  • Epidermis tersusun atas empat lapis sel.
  • Dari bagian luar ke dalam , pertama adalah stratum korneum , stratum lusidum , stratumgranulosum dan stratum germinativum berfungsi membentuk lapisan kulit sebelah atasnya.(mudahnya KLGG = Keluarga Lu Gila Gila)

2. Dermis
  • terdapat akar rambut,
  • otot penegak rambut,
  • kelenjar keringat,
  • kelenjar minyak,
  • jaringan adipose/lemak,
  • pembuluh darah,
  • sel saraf
  • reseptor-reseptor (P-T , K - D , R - P , M - PRS )
Turgo reseptor dalam kulit ada bermacam-macam, yaitu sebagai berikut.
  1. Korpuskula paccini, merupakan saraf perasa tekanan kuat.
  2. Ujung saraf sekeliling rambut, merupakan saraf peraba.
  3. Korpuskula ruffini, merupakan saraf perasa panas.
  4. Ujung saraf krausse, merupakan saraf perasa dingin.
  5. Korpuskula meissner, merupakan saraf perasa nyeri.
  6. Ujung saraf tanpa selaput, merupakan saraf perasa nyeri.
  7. Lempeng merkel, merupakan saraf perasa sentuhan dan tekanan ringan.
  • Reseptor-reseptor ini terdapat di dermis kulit.

Fungsi kulit antara lain:
  • Indra peraba
  • Menghasilkan keringat dan minyak
  • Melindungi tubuh dari sinar matahari
  • Melindungi otot dari gesekan benda luar

TELINGA

Indera Pendengar, Telinga, Telinga dalam, Telinga luar, Telinga tengah

Struktur Telinga

TELINGA
  • Telinga merupakan organ untuk pendengaran dan keseimbangan, yang terdiri dari telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam.
  • Telinga luar menangkap gelombang Suara/Bunyi yang dirubah menjadi energi mekanis oleh telinga tengah.
  • Telinga tengah merubah energi mekanis menjadi gelombang saraf, yang kemudian dihantarkan ke otak.
  • Telinga dalam juga membantu menjaga keseimbangan tubuh.
  • Jadi telinga selain sebagai organ pendengaran juga sebagai organ keseimbangan

1. Telinga Luar

  • Telinga luar terdiri dari daun telinga (pinna atau aurikel) dan saluran telinga (meatus auditorius eksternus).
  • Telinga luar merupakan tulang rawan (kartilago) yang dilapisi oleh kulit, daun telinga kaku tetapi juga lentur.
  • Suara yang ditangkap oleh daun telinga mengalir melalui saluran telinga ke gendang telinga.
  • Gendang telinga adalah selaput tipis yang dilapisi oleh kulit, yang memisahkan telinga tengah dengan telinga luar.

2. Telinga Tengah

  • Telinga tengah terdiri dari gendang telinga (membran timpani) dan sebuah ruang kecil berisi udara yang memiliki 3 tulang kecil yang menghubungkan gendang telinga dengan telinga dalam. Maleus , Incus and Stapes ( Tulang Martil , Landasan dan Sanggurdi)
Ketiga tulang tersebut adalah:
  1. Maleus (bentuknya seperti palu, melekat pada gendang telinga)
  2. Inkus (menghugungkan maleus dan stapes)
  3. Stapes (melekat pda jendela oval di pintu masuk ke telinga dalam).
Getaran dari gendang telinga diperkuat secara mekanik oleh tulang-tulang tersebut dan dihantarkan ke jendela oval.

Telinga tengah juga memiliki 2 otot yang kecil-kecil:
  1. Otot tensor timpani (melekat pada maleus dan menjaga agar gendang telinga tetap menempel)
  2. Otot stapedius (melekat pada stapes dan menstabilkan hubungan antara stapedius dengan jendela oval.

  • Jika telinga menerima suara yang keras,
  • Maka otot stapedius akan berkontraksi
  • Sehingga rangkaian tulang-tulang semakin kaku dan hanya sedikit suara yang dihantarkan.
  • Respon ini disebut refleks akustik, yang membantu melindungi telinga dalam yang rapuh dari kerusakan karena suara.

  • Tuba Eustachius / Saluran Eustachius adalah saluran kecil yang menghubungkan telinga tengah dengan hidung bagian belakang, yang memungkinkan masuknya udara luar ke dalam telinga tengah.
  • Tuba eustachius membuka ketika kita menelan, sehingga membantu menjaga tekanan udara yang sama pada kedua sisi gendang telinga,
  • Tuba Eustachius yang penting untuk fungsi pendengaran yang normal dan kenyamanan.

3. Telinga Dalam

Telinga dalam (labirin) adalah suatu struktur yang kompleks, yang terjdiri dari 2 bagian utama:
  1. Koklea (organ pendengaran)
  2. Kanalis semisirkuler (organ keseimbangan).

  • Koklea merupakan saluran berrongga yang berbentuk seperti rumah siput
  • Koklea terdiri dari cairan kental dan organ Corti
  • Organ Corti mengandung ribuan sel-sel kecil (sel rambut) yang memiliki rambut yang mengarah ke dalam cairan tersebut.
  • Rambut halus itu akan bergetar ketika ada gelombang yang menggetarkannya sehingga menimbulkan nada yang kemudian dikirim keotak
  • serabut syaraf yang menempal pada reseptor peka organ corti yang ada di koklea itu syaraf no 8 Neiron Auditory yang menghantarkannya ke otak besar bagian samping ( Lobus temporalis)
MEKANISME MENDENGAR
  • Getaran suara ditangkap oleh daun telinga
  • Getaran itu diteruskan saluran telinga luar dan menebabkan bergetarnya gendang telinga
  • Suara itu kemudian dihantarkan ke Tulang pendengaran ( maleus - inchus - stapes) yang ada di telinga tengah
  • Dari tulang stapes yang seperti garputala itu suara diteruskan ke jendela oval yang ada di telinga dalam
  • Dari Jendela oval suata diteruskan dan menyebabkan bergetarnya cairan dan sel rambut korti .
  • Sel korti inilah yang memberikan respon terhadap frekuensi suara yang berbeda dan merubahnya menjadi gelombang saraf.
  • Akhirnya suara itu di terima oleh syaraf auditori yang menempel pada organ korti suara ini lalu berjalan di sepanjang serat-serat saraf pendengaran yang akan membawanya ke otak.
Note
  • Walaupun ada perlindungan dari refleks akustik, tetapi suara yang gaduh bisa menyebabkan kerusakan pada sel rambut.
  • Jika sel rambut rusak, dia tidak akan tumbuh kembali.
  • Jika telinga terus menerus menerima suara keras maka bisa terjadi kerusakan sel rambut yang progresif dan berkurangnya pendengaran.

KERUSAKAN YANG SERING MUNCUL
  1. Tuli saraf: disebabkan oleh kerusakan saraf auditori atau kerusakan pusat pendengaran di otak.
  2. Tuli konduksi: disebabkan oleh kekakuan hubungan antara sanggurdi dengan fenestra ovalis, penyumbatan saluran telinga luar, penebalan atau kerusakan membran timpani, dan mungkin karena ada pengapuran atau kerusakan tulang-tulang pendengara

  • Kanalis semisirkuler merupakan 3 saluran yang berisi cairan, yang berfungsi membantu menjaga keseimbangan.
  • Setiap gerakan kepala menyebabkan ciaraSn di dalam saluran bergerak.
  • Gerakan cairan di salah satu saluran bisa lebih besar dari gerakan cairan di saluran lainnya; hal ini tergantung kepada arah pergerakan kepala.
  • Saluran ini juga mengandung sel rambut yang memberikan respon terhadap gerakan cairan.
  • Sel rambut ini memprakarsai gelombang saraf yang menyampaikan pesan ke otak, ke arah mana kepala bergerak, sehingga keseimbangan bisa dipertahankan.
  • Telinga mempunyai reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi dan untuk keseimbangan. Ada tiga bagian utama dari telinga manusia, yaitu bagian telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.
  • Telinga luar berfungsi menangkap getaran bunyi, dan telinga tengah meneruskan getaran dari telinga luar ke telinga dalam. Reseptor yang ada pada telinga dalam akan menerima rarigsang bunyi dan mengirimkannya berupa impuls ke otak untuk diolah.

Jadi Telinga itu tersusun atas bagian-bagian telinga.
  1. Telinga luar, terdiri atas daun telinga, saluran/lubang telinga, rambut-rambut halus, kelenjar minyak, dan membran tymphani
  2. Telinga tengah, terdiri atas saluran Eustachius, jendela oval, jendela bundar, dan 3 tulang pendengaran, yaitu martil/maleus, landasan/incus dan sanggurdi/stapes.
  3. Telinga dalam, terdiri atas koklea/rumah siput, 3 saluran setengah lingkaran, ampula, utrikulus dan sakulus.

"Pembicara yang baik adalah mereka yang mampu membuat lawan bicaranya tetap terus berbicara".
  • Itulah hikmah diciptakannya 2 telinga lebih banyak daripada 1 bibir, bahwa seorang dalam berkomunikasi dia mampu menundukan egonya dengan banyak mendengarkan apa yang dikatakan lawan bicaranya dahulu, baru berbicara disaat yang tepat

HIDUNG

Indra Pembau ( Hidung )

  • Hidung merupakan organ penciuman dan jalan utama keluar-masuknya udara dari dan ke paru-paru.
  • Sebagai khemoreseptor karena ia mampu menerima rangsang zat kimia berupa gas mengingat organ hidung mempunyai rambut 2 halus yang berhubungan dengan ujung serabut syaraf olfactory dengan otak besar
  • Hidung juga memberikan tambahan resonansi pada suara dan merupakan tempat bermuaranya sinus paranasalis dan saluran air mata.
  • Hidung bagian atas terdiri dari tulang dan hidung bagian bawah terdiri dari tulang rawan (kartilago).
  • Di dalam hidung terdapat rongga yang dipisahkan menjadi 2 rongga oleh septum, yang membentang dari lubang hidung sampai ke tenggorokan bagian belakang.
  • Tulang yang disebut konka nasalis menonjol ke dalam rongga hidung, membentuk sejumlah lipatan.
  • Lipatan ini menyebabkan bertambah luasnya daerah permukaan yang dilalui udara.
  • Rongga hidung dilapisi oleh selaput lendir dan pembuluh darah.
  • Luasnya permukaan dan banyaknya pembuluh darah memungkinkan hidung menghangatkan dan melembabkan udara yang masuk dengan segera.
  • Sel-sel pada selaput lendir menghasilkan lendir dan memiliki tonjolan-tonjolan kecil seperti rambut (silia).
  • Biasanya kotoran yang masuk ke hidung ditangkap oleh lendir, lalu disapu oleh silia ke arah lobang hidung atau ke tenggorokan.
  • Cara ini membantu membersihkan udara sebelum masuk ke dalam paru-paru.
  • Hasil kotorannya jika mengering kita sebut " upil "
BERSIN dan BATUK
  • Bersin secara otomatis membersihkan saluran hidung sebagai respon terhadap iritasi,
  • Sedangkan batuk membersihkan paru-paru.
mekanisme penciuman bisa digambarkan sebagai berikut


  • Dirongga hidung bagian atas terdapat Neuroepitel olfaktorius didalamnya terdapat reseptor olfaktorius utama.
  • Pada neonatus, daerah ini merupakan suatu lembar neural yang padat
  • Namun pada anak-anak dan dewasa terbentuk interdigitasi antara jaringan respiratorius dan olfaktorius.
  • Dengan bertambahnya usia seseorang, jumlah neuron olfaktorius ini lambat laun akan berkurang.
  • Selain neuron olfaktorius, epitel ini juga tersusun oleh sel-sel penopang yaitu duktus dan glandula Bowman yang sifatnya unik pada epitel olfaktorius dan sel basal yang berfungsi pada regenerasi epitel.
  • Sensasi pembauan diperantarai oleh stimulasi sel reseptor olfaktorius oleh bahan-bahan kimia yang mudah menguap.
  • Untuk dapat menstimulasi reseptor olfaktorius, molekul yang terdapat dalam udara harus mengalir melalui rongga hidung dengan arus udara yang cukup turbulen dan bersentuhan dengan reseptor.
  • Faktor-faktor yang menentukan efektivitas stimulasi bau meliputi durasi, volume dan kecepatan menghirup.
  • Tiap sel reseptor olfaktorius merupakan neuron bipolar sensorik utama.
  • Dalam rongga hidung rata-rata terdapat lebih dari 100 juta reseptor.
  • Neuron olfaktorius bersifat unik karena secara terus menerus dihasilkan oleh sel-sel basal yang terletak dibawahnya.
  • Sel-sel reseptor baru dihasilkan kurang lebih setiap 30-60 hari.
  • Reseptor odorant termasuk bagian dari G-protein receptor superfamily yang berhubungan dengan adenilat siklase.
  • Manusia memiliki beratus-ratus reseptor olfaktorius yang berbeda, namun tiap neuron hanya mengekspresikan satu tipe reseptor.
  • Inilah yang mendasari dibuatnya peta pembauan (olfactory map).
  • Neuron yang menyerupai reseptor yang terdapat di epitel mengirimkan akson yang kemudian menyatu dalam akson gabungan pada fila olfaktoria didalam epitel.
Indera Penglihat/ MATA


  • Bola mata, fungsi mata, kelainan pada mata, mata.indra pengelihat, otot mata
  • Mata mempunyai reseptor khusus untuk mengenali perubahan sinar dan warna.
  • Sesungguhnya yang disebut mata bukanlah hanya bola mata, tetapi termasuk otot-otot penggerak bola mata, kotak mata (rongga tempat mata berada), kelopak, dan bulu mata.
Bola Mata
  • Bola mata mempunyai 3 lapis dinding yang mengelilingi rongga bola mata.
  • Ketiga lapis dinding ini dari luar ke dalam adalah sebagai berikut.
  1. Sklera
  2. Choroid
  3. Retina
Struktur Mata
Sklera

  • Sklera merupakan jaringan ikat dengan serat yang kuat
  • Sklera berwarna putih buram (tidak tembus cahaya), kecuali di bagian depan bersifat transparan, disebut kornea.
  • Konjungtiva adalah lapisan transparan yang melapisi kornea dan kelopak mata.
  • Lapisan ini berfungsi melindungi bola mata dari gangguan.

Koroid

  • Koroid berwarna coklat kehitaman sampai hitam
  • Koroid merupakan lapisan yang berisi banyak pembuluh darah yang memberi nutrisi dan oksigen terutama untuk retina.
  • Warna gelap pada koroid berfungsi untuk mencegah refleksi (pemantulan sinar).
  • Di bagian depan, koroid membentuk badan siliaris yang berlanjut ke depan membentuk iris yang berwarna.
  • Di bagian depan iris bercelah membentuk pupil (anak mata).
  • Melalui pupil sinar masuk.
  • Iris berfungsi sebagai diafragma, yaitu pengontrol ukuran pupil untuk mengatur sinar yang masuk.
  • Badan siliaris membentuk ligamentum yang berfungsi mengikat lensa mata.
  • Kontraksi dan relaksasi dari otot badan siliaris akan mengatur cembung pipihnya lensa.
Retina

  • Retina lapisan ini peka terhadap sinar.
  • Pada seluruh bagian retina berhubungan dengan badan sel-sel saraf yang serabutnya membentuk urat saraf optik yang memanjang sampai ke otak.
  • Bagian retina yang penting adalah sel kerucut ( Conus) dan sel batang ( Bacillus )
  • Sel kerucut untuk menangkap cahaya terang ( warna) dan Sel batang menangkap cahaya gelap / hitam putih
  • Bagian yang dilewati urat saraf optik tidak peka terhadap sinar dan daerah ini disebut bintik buta.
Lensa

  • Adanya lensa dan ligamentum pengikatnya menyebabkan rongga bola mata terbagi dua ruang yaitu
  1. bagian depan terletak di depan lensa berisi carian yang disebut aqueous humor
  2. bagian belakang terletak di belakang lensa berisi vitreous humor.
  • Kedua cairan tersebut berfungsi menjaga lensa agar selalu dalam bentuk yang benar.
  • Kotak mata pada tengkorak berfungsi melindungi bola mata dari kerusakan.
  • Selaput transparan yang melapisi kornea dan bagian dalam kelopak mata disebut konjungtiva. Selaput ini peka terhadap iritasi.
  • Konjungtiva penuh dengan pembuluh darah dan serabut saraf.
  • Radang konjungtiva disebut konjungtivitis.
  • Untuk mencegah kekeringan, konjungtiva dibasahi dengan cairan yang keluar dari kelenjar air mata (kelenjar lakrimal) yang terdapat di bawah alis.
  • Air mata mengandung lendir, garam, dan antiseptik dalam jumlah kecil. Air mata berfungsi sebagai alat pelumas dan pencegah masuknya mikroorganisme ke dalam mata.

Otot Mata

  • Ada enam otot mata yang berfungsi memegang sklera.
  • Dari 6 otot itu empat diantaranya berupa Otot rektus dan 2 diantaranya berupa otot obliqus
Empat otot rectus itu antara lain
  1. Otot rektus inferior berfungsi menggerakkan ke bawah.
  2. Otot rektus superior berfungsi menggerakkan ke atas
  3. Otot rektus eksternal berfungsi menggerakkan bola mata ke kanan
  4. Otot rektus internal berfungsi menggerakkan bola mata ke kiri
Dua otot obliqus itu antara lain
  1. Otot obliq atas (superior)
  2. Otot obliq bawah (inferior).
Fungsi Mata

  • Sinar yang masuk ke mata sebelum sampai di retina mengalami pembiasan lima kali yaitu waktu melalui konjungtiva, kornea, aqueus humor, lensa, dan vitreous humor.
  • Pembiasan terbesar terjadi di kornea.
  • Bagi mata normal, bayang-bayang benda akan jatuh pada bintik kuning, yaitu bagian yang paling peka terhadap sinar.
  • Ada dua macam sel reseptor pada retina,
  1. Sel Kerucut
  2. Sel Batang
Sel Kerucut ( Conus )
  • Sel konus berisi pigmen lembayung dan sel batang berisi pigmen ungu.
  • Kedua macam pigmen akan terurai bila terkena sinar, terutama pigmen ungu yang terdapat pada sel batang.
  • Oleh karena itu, pigmen pada sel basilus berfungsi untuk situasi kurang terang,
  • Sedangkan pigmen dari sel konus berfungsi lebih pada suasana terang yaitu untuk membedakan warna
  • Makin ke tengah maka jumlah sel batang makin berkurang sehingga di daerah bintik kuning hanya ada sel konus saja.
  • Pigmen ungu yang terdapat pada sel basilus disebut rodopsin
  • Rodopsin yaitu suatu senyawa protein dan vitamin A
  • Rodopsin apabila terkena sinar, misalnya sinar matahari, maka rodopsin akan terurai menjadi protein dan vitamin A.
  • Pembentukan kembali pigmen terjadi dalam keadaan gelap.
  • Untuk pembentukan kembali memerlukan waktu yang disebut adaptasi gelap (disebut juga adaptasi rodopsin).
  • Pada waktu adaptasi, mata sulit untuk melihat.
  • Pigmen lembayung dari sel konus merupakan senyawa iodopsin yang merupakan gabungan antara retinin dan opsin.
  • Ada tiga macam sel konus, yaitu sel yang peka terhadap warna merah, hijau, dan biru.
  • Dengan ketiga macam sel konus tersebut mata dapat menangkap spektrum warna.
  • Kerusakan salah satu sel konus akan menyebabkan buta warna.
  • Jarak terdekat yang dapat dilihat dengan jelas disebut titik dekat (punctum proximum).
  • Jarak terjauh saat benda tampak jelas tanpa kontraksi disebut titik jauh (punctum remotum).
  • Jika kita sangat dekat dengan obyek maka cahaya yang masuk ke mata tampak seperti kerucut,
  • Sedangkan jika kita sangat jauh dari obyek, maka sudut kerucut cahaya yang masuk sangat kecil sehingga sinar tampak paralel.
  • Baik sinar dari obyek yang jauh maupun yang dekat harus direfraksikan (dibiaskan) untuk menghasilkan titik yang tajam pada retina agar obyek terlihat jelas.
  • Pembiasan cahaya untuk menghasilkan penglihatan yang jelas disebut pemfokusan.

Penyakit penyakit yang berhubungan dengan Indra mata ( phonoreseptor)
Macam gangguan pada bola mata
  • Radang mata/konjungtivitis
  • Trakoma
  • Herpes simplex konjungtivis
  • Sinanaga (Herpes simplex Pterigium)
  • Pendarahan sub konjungtiva
Radang selaput pelangi/iritis/uveitis
  • Lensa keruh/katarak
  • Rabun jauh/miopi
  • Rabun dekat/hypermetropi
  • Rabun tua/presbiopi
  • Astigmat:
  • Hemeralopia/rabun senja/rabun ayam
  • Strabismus/juling
  • Glukoma
Glukoma
  • Penyakit mata glaucoma disebabkan oleh tekanan darah tinggi ,
  • Penyakit glaucoma disebabkan oleh meningkatnya tekanan pada pembuluh darah di dalam bola mata.
  • Penyebabnya banyak.
  • Ada yang turunan, sehingga sistem saluran cairan mata di dalam bola mata tersumbat, atau menyempit.
  • Yang bukan turunan bisa disebabkan oleh gangguan lensa, katarak yang sudah matang atau pecah, pasca-bedah mata, penyakit pada bagian dalam bola mata (iris mata), yang berakibat terganggunya sistem aliran cairan mata, dan berakhir dengan meningginya tekanan bola mata.
  • Perlu diketahui ya meningginya tekanan bola mata tidak ada hubungannya dengan tekanan darah tinggi, artinya Orang yang tekanan darahnya tinggi tidak harus tekanan bola matanya juga tinggi.
  • Sebaliknya, orang yang tekanan darahnya rendah belum tentu tidak glaucoma.
BUTAWARNA
  • Mata dikromat/buta warna
  • Mata monokromat/buta warna total
NOTE

BOLA MATA
  1. Pelindung bola mata: alis, bulu mata, kelopak mata, kelenjar air mata Fungsi: melindungi bola mata dari debu, air dan mikroorganisme
  2. Bagian luar bola mata, terdiri dari: sklera dan kornea Fungsi kornea: menangkap cahaya yang masuk ke mata
  3. Bagian tengah bola mata terdiri atas: koroid, pupil, lensa, iris
  • Fungsi koroid: memberi/mensuplai makanan pada mata
  • Fungsi pupil: mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke mata
  • Fungsi lensa: memfokuskan cahaya agar jatuh tepat di retina
  • Fungsi iris: memberi pigmen/warna pada mata

4. Bagian dalam bola mata: retina dan saraf optik
  • Fungsi retina: tempat jatuhnya bayangan sehingga dapat melihat


Indra Perasa / LIDAH
  • Lidah adalah salah satu karunia terbesar Allah azza wa jalla kepada kita.
  • Tanpanya, kita tak akan sanggup merasakan enaknya makanan, berucap fasih, bernafas dengan normal.
  • Lidah adalah organ berotot yang memenuhi hampir seluruh mulut, utamanya saat gigi – geligi dalam kondisi beroklusi.
Permukaan dorsal lidah ditutupi oleh mukosa yang dibentuk oleh 4 jenis papilla, yaitu:
  1. Papila Filiformis
  2. Papila Fungiformis
  3. Papilla Sircum Valata
  4. Papila Foliata
Papila Filiformis
  • Papila yang terbanyak
  • Menutupi hampir sebagian besar permukaan dorsal
  • Bentuknya kecil
  • Keputih-putihan ( jumlah keratin )
  • Tonjolan berambut
Papila Fungiformis
  • Jumlah kurang sedikit
  • Bentuk seperti jamur
  • Kecil dan sedikit menonjol
  • Jelas pada tepi lateral ( lidah bagian samping)
Papilla Sircum Valata
  • Berukuran besar
  • Letaknya melingkar
  • Dikelilingi oleh fissur
Papila Foliata
  • Tidak mudah diidentifikasi
  • Seperti daun yang menonjol
  • Terdapat daerah dasar lidah
  • Pada tengah lidah terdapat cekungan dengan kedalaman yang bervariasi dinamaka sulcus median.
  • Ada juga organ dari lidah yang disebut frenulum lingualis terdapat pada permukaan ventral lidah.

Fungsi Lidah :
Hal ini sangat membantu dalam mendiagnosis dan penanganan penyakit atau gangguan lokal maupun sistemik yang menyerang lidah.
  1. Menangkap makanan dengan membolak balik
  2. Persepsi Makanan Penilaian yang sensitif terhadap temperatur panas dan dingin
  3. Pengecapan
  4. Respirasi
  5. Perkembangan rahang

Untuk Bacaan lain Bisa juga membaca Novel System indra ini di SINI

SOAL PANCA INDRA

1. Reseptor yang menerima rangsangan(impuls) berupa tekanan terletak di syaraf …
a) Pacini
b) Meisner
c) Corpuscle
d) Rufini
e) Krause

2. Lihat data berikut ini:
1. Tingkap Corong 3. Tingkap Bundar 5. Selaput Gendang
2. Kelenjar Minyak 4. Saraf Pendengaran

Yang bukan bagian dari telinga luar adalah…

a. 1-2-4
b. 2-3-4
c. 1-2-3
d. 1-3-4
e. 1-3-5

3. Daerah lidah yang peka terhadap rasa manis adalah…

a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5

4.Kelainan genetic yang menyebabkan seseorang tidak bisa membedakan suatu warna
disebabkan karena kerusakan …
a. Lensa mata
b. Kornea
c. Sel batang
d. Sel kerucut
e. Iris


5. Urutan tulang-tulang pendegaran dari luar ke dalam adalah…
a. Martil-Landasan-Sanggurdi
b. Martil-Sanggurdi-Landasan
c. Sanggurdi-Landasan-Martil
d. Sanggurdi-Martil-Landasan
e. Landasan-sanggurdi-martil

6. Saluran Eustachius berfungsi sebagai…
a. Menjaga agar tekanan udara di dalam dan di luar rongga telinga sama besarnya
b. Menjaga keseimbangan tubuh
c. Reseptor pada telinga
d. Semua jawaban benar

7. Bagian mata yang berfungsi seperti film pada kamera ditunjukkan oleh no. ...

a. 3
b. 1
c. 6
d. 7
e. 5

8. Yang disebut sebagai Saluran Eustachius ditunjukkan oleh No.?


a. 6
b. 1
c. 2
d. 5
e. 4
9. Pada kasus seperti pilot,atau pelaut kebanyakan mereka terkena penyakit… karena?
a. Hipermetropi, terlalu sering membaca
b. Hipermetropi, melihat benda jauh
c. Miopi, melihat benda jauh
d. Miopi, terlalu sering membaca
e. keratomalasi

10. Penyebab dari Astigmatisme adalah…
a. Kekurangan Vitamin A
b. Kornea mata tidak rata,sehingga penglihatan menjadi kabur
c. Lensa mata terlalu pipih
d. Lensa matanya keruh,sehingga menghalangi cahaya ke mata
e. Lensa rusak total
11. Presbiopi dapat ditolong dengan?
a. Lensa cekung
b. Lensa cembung
c. Dengan operasi
d. Lensa rangkap
e. lensa silindris

12. Nama lain dari rabun dekat adalah…
a. Presbiopi
b. Miopi
c. Hipermetropi
d. Mata silindris
e. Astigmatisma

13. Lapisan mata dari dalam keluar adalah…
a. Sklera – retina – koroidea
b. Kornea – koroid – retina
c. Sklera – pupil – retina
d. Kornea – koroidea – retina
e. retina - sklera - koroid

14.Cairan yang terletak antara Lensa dengan retina adalah ..
a. Neuro humor
b. Aqueous humor
c. Vitreous humor
d. cerebro humor
e. kolin esterase

15. Bagian mata yang mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke dalam mata adalah
a. kornea
b. retina
c. lensa mata
d. iris
e. pupil


16. Pada retina terdapat ..... yaitu bagian yang paling peka terhadap cahaya pilihan yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah
a. Bintik kuning
b. Selaput jala
c. Bintik buta
d. Selaput pelangi
e. sel basillus

17. Warna mata seseorang ditunjukan oleh
a. Pupil
b. sel conus
c. Lensa
d. Kornea
e. Iris

18. Bagian yang berfungsi sebagai reseptor pada telinga adalah
a. Sakulus
b. Ampula
c. Tulang-tulang pendengaran
d. Canalis semisirkularis
e. Organ korti

19. Bagian lidah yang peka terhadap asin adalah
a. Samping lidah
b. Tengah lidah
c. Ujung lidah
d. Belakang lidah
e. Bawah kiri


20. Tonjolan di permukaan lidah disebut
a. Papila
b. pilli
c. flagela
d. cillia
e. trikoma


21. Nama lain mata tua adalah
a. Miopi
b. Hipermetropi
c. Presbiopi
d. Mata silindris
e. astigmatisme


22. Rabun senja disebabkan kekurangan
a. Vitamin a
b. Vitamin b
c. Vitamin c
d. Vitamin d
e. Vitamin K

ISILAH

NOTE MATA

STRUKTUR & FUNGSI

Mata memiliki struktur sebagai berikut:
  • Sklera (bagian putih mata) : merupakan lapisan luar mata yang berwarna putih dan relatif kuat.
  • Konjungtiva : selaput tipis yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan bagian luar sklera.
  • Kornea : struktur transparan yang menyerupai kubah, merupakan pembungkus dari iris, pupil dan bilik anterior serta membantu memfokuskan cahaya.
  • Pupil : daerah hitam di tengah-tengah iris.
  • Iris : jaringan berwarna yang berbentuk cincin, menggantung di belakang kornea dan di depan lensa; berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata dengan cara merubah ukuran pupil.
  • Lensa : struktur cembung ganda yang tergantung diantara humor aqueus danvitreus; berfungsi membantu memfokuskan cahaya keretina.
  • Retina : lapisan jaringan peka cahaya yang terletak di bagian belakang bola mata; berfungsi mengirimkan pesan visuil melalui saraf optikus ke otak.
  • Saraf optikus : kumpulan jutaan serat saraf yang membawa pesan visuil dari retina ke otak.
  • Humor aquoeus : cairan jernih dan encer yang mengalir diantara lensa dan kornea (mengisi segmen anterior mata), serta merupakan sumber makanan bagi lensa dan kornea; dihasilkan oleh prosesus siliaris.
  • Humor vitreus : gel transparan yang terdapat di belakang lensa dan di depan retina (mengisi segmen posterior mata).


Cahaya yang masuk melalui kornea diteruskan ke pupil.
  • Iris mengatur jumlah cahaya yang masuk dengan cara membuka dan menutup, seperti halnya celah pada lensa kamera. 
  • Jika lingkungan di sekitar gelap, maka cahaya yang masuk akan lebih banyak; jika lingkungan di sekitar terang, maka cahaya yang masuk menjadi lebih sedikit.


Ukuran pupil dikontrol oleh otot sfingter pupil, yang membuka dan menutup iris.

Lensa terdapat di belakang iris.
  • Dengan merubah bentuknya, lensa memfokuskan cahaya ke retina. Jika mata memfokuskan pada objek yang dekat, maka otot silier akan berkontraksi, sehingga lensa menjadi lebih tebal dan lebih kuat. Jika mata memfokuskan pada objek yang jauh, maka otot silier akan mengendur dan lensa menjadi lebih tipis dan lebih lemah.
  • Sejalan dengan pertambahan usia, lensa menjadi kurang lentur, kemampuannya untuk menebal menjadi berkurang sehingga kemampuannya untuk memfokuskan objek yang dekat juga berkurang. Keadaan ini disebut presbiopia.


Retina mengandung saraf-saraf cahaya dan pembuluh darah.
  • Bagian retina yang paling sensitif adalah makula, yang memiliki ratusan ujung saraf. Banyaknya ujung saraf ini menyebabkan gambaran visuil yang tajam. Retina mengubah gambaran tersebut menjadi gelombang listrik yang oleh saraf optikus dibawa ke otak.
  • Saraf optikus menghubungkan retina dengan cara membelah jalurnya. Sebagian serat saraf menyilang ke sisi yang berlawanan pada kiasma optikus (suatu daerah yang berada tepat di bawah otak bagian depan).

Kemudian sebelum sampai ke otak bagian belakang, berkas saraf tersebut akan bergabung kembali.
Bola mata terbagi menjadi 2 bagian, masing-masing terisi oleh cairan:
  • Segmen anterior : mulai dari kornea sampai lensa.
  • Segmen posterior : mulai dari tepi lensa bagian belakang sampai ke retina.                                Segmen anterior berisi humor aqueus yang merupakan sumber energi bagi struktur mata di dalamnya. Segmen posterior berisi humor vitreus.
  • Cairan tersebut membantu menjaga bentuk bola mata. 
  • Segmen anterior sendiri terbagi menjadi 2 bagian:
  1. Bilik anterior : mulai dari kornea sampai iris
  2. Bilik posterior : mulai dari iris sampai lensa.
  • Dalam keadaan normal, humor aqueus dihasilkan di bilik posterior, lalu melewati pupil masuk ke bilik anterior kemudian keluar dari bola mata melalui saluran yang terletak ujung iris.
OTOT, SARAF & PEMBULUH DARAH

Beberapa otot bekerja sama menggerakkan mata. Setiap otot dirangsang oleh saraf kranial tertentu.
Tulang orbita yang melindungi mata juga mengandung berbagai saraf lainnya.
  • Saraf optikus membawa gelombang saraf yang dihasilkan di dalam retina ke otak
  • Saraf lakrimalis merangsang pembentukan air mata oleh kelenjar air mata
  • Saraf lainnya menghantarkan sensasi ke bagian mata yang lain dan merangsang otot pada tulang orbita.

 Arteri oftalmika dan arteri retinalis menyalurkan darah ke mata kiri dan mata kanan, sedangkan darah dari mata dibawa oleh vena oftalmikadan vena retinalis.
Pembuluh darah ini masuk dan keluar melalui mata bagian belakang.

STRUKTUR PELINDUNG

Struktur di sekitar mata melindungi dan memungkinkan mata bergerak secara bebas ke segala arah.
Struktur tersebut melindungi mata terhadap debu, angin, bakteri, virus, jamur dan bahan-bahan berbahaya lainnya, tetapi juga memungkinkan mata tetap terbuka sehingga cahaya masih bisa masuk.
  • Orbita adalah rongga bertulang yang mengandung bola mata, otot-otot, saraf, pembuluh darah, lemak dan struktur yang menghasilkan dan mengalirkan air mata.
  • Kelopak mata merupakan lipatan kulit tipis yang melindungi mata. Kelopak mata secara refleks segera menutup untuk melindungi mata dari benda asing, angin, debu dan cahaya yang sangat terang.
  • Ketika berkedip, kelopak mata membantu menyebarkan cairan ke seluruh permukaan mata dan ketika tertutup, kelopak mata mempertahankan kelembaban permukaan mata. Tanpa kelembaban tersebut, kornea bisa menjadi kering, terluka dan tidak tembus cahaya.
  • Bagian dalam kelopak mata adalah selaput tipis (konjungtiva) yang juga membungkus permukaan mata.
  • Bulu mata merupakan rambut pendek yang tumbuh di ujung kelopak mata dan berfungsi membantu melindungi mata dengan bertindak sebagai barrier (penghalang).
  • Kelenjar kecil di ujung kelopak mata menghasilkan bahan berminyak yang mencegah penguapan air mata.
  • Kelenjar lakrimalis terletak di puncak tepi luar dari mata kiri dan kanan dan menghasilkan air mata yang encer. 
 
  • Air mata mengalir dari mata ke dalam hidung melalui 2 duktus lakrimalis; setiap duktus memiliki lubang di ujung kelopak mata atas dan bawah, di dekat hidung. 
  • Air mata berfungsi menjaga kelembaban dan kesehatan mata, juga menjerat dan membuang partikel-partikel kecil yang masuk ke mata. Selain itu, air mata kaya akanantibodi yang membantu mencegah terjadinya infeksi.
KEBUTAAN

Cedera dan penyakit pada mata bisa mempengaruhi penglihatan.
Kejernihan penglihatan disebut ketajaman visuil, yang berkisar dari penglihatan penuh sampai ke tanpa penglihatan.
Jika ketajaman menurun, maka penglihatan menjadi kabur.

Ketajaman penglihatan biasanya diukur dengan skala yang membandingkan penglihatan seseorang pada jarak 20 kaki dengan seseorang yang memiliki ketajaman penuh.
Visuil 20/20 artinya seseorang melihat benda pada jarak 20 kaki dengan ketajaman penuh; sedangkan visuil 20/200 artinya seseorang melihat benda pada jarak 20 kaki, yang oleh orang dengan ketajaman penuh benda tersebut terlihat pada jarak 200 kaki.

Secara teoritis, kebutaan terjadi jika ketajaman penglihatan lebih buruk dari 20/200 meskipun telah dibantu dengan kaca mata maupun lensa kontak.

Penyebab kebutaan

Kebutaan bisa terjadi karena berbagai alasan:
  • cahaya tidak dapat mencapai retina
  • cahaya tidak terfokus sebagaimana mestinya pada retina
  • retina tidak dapat merasakan cahaya secara normal
  • kelainan penghantaran gelombang saraf dari retina ke otak
  • otak tidak dapat menterjemahkan informasi yang dikirim oleh mata.


Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan kebutaan:
  1. Katarak
  2. Kelainan refraksi
  3. Ablasio retina
  4. Retinitis pigmentosa
  5. Diabetes
  6. Degenerasi makuler
  7. Sklerosis multipel
  8. Tumor kelenjar hipofisa
  9. Glaukoma
  10. Kelainan pada daerah otak yang mengolah gelombang visuil akibatstroke, tumor atau penyakit lainnya

SISTEM SARAF PADA MANUSIA

Sistem saraf adalah sistem koordinasi (pengaturan tubuh) berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi tanggapan rangsangan. Unit terkecil pelaksanaan kerja sistem saraf adalah sel saraf atau neuron. Sistem saraf sangat berperan dalam iritabilitas tubuh. Iritabilitas memungkinkan makhluk hidup dapat menyesuaikan diri dan menanggapi perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya. Jadi, iritabilitas adalah kemampuan menanggapi rangsangan.

Sistem saraf termasuk sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer (sistem saraf tepi). Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang dan sistem saraf perifer terdiri atas sistem saraf somatik dan sistem saraf otonom. Sistem saraf mempunyai tiga fungsi utama, yaitu menerima informasi dalam bentuk rangsangan atau stimulus; memproses informasi yang diterima; serta memberi tanggapan (respon) terhadap rangsangan.

1. Struktur Saraf

Sistem saraf pada manusia terdiri dari sel saraf yang biasa disebut dengan neuron dan sel gilial. Neuron berfungsi sebagai alat untuk menghantarkan impuls (rangsangan) dari panca indra menuju otak dan kemudian hasil tanggapan dari otak akan dikirim menuju otot. Sedangkan sel gilial berfungsi sebagai pemberi nutrisi pada neuron.

1.1. Sel Saraf (Neuron)

Unit terkecil penyusun sistem saraf adalah sel saraf atau bisa juga disebut neuron. Sel saraf adalah sebuah sel yang berfungsi untuk menghantarkan impuls (rangsangan). Setiap satu sel saraf (neuron) terdiri atas tiga bagian utama yang berupa badan sel saraf, dendrit, dan akson. Berikut adalah gambar dan bagian-bagian struktur sel saraf (neuron) beserta penjelasannya:
gambar sel saraf (neuron) dan bagian-bagian sel saraf (neuron) dalam Bahasa Indonesia
  1. Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang-cabang. Dendrit merupakan perluasan dari badan sel. Dendrit berfungsi untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.
  2. Badan Sel adalah bagian yang paling besar dari sel saraf. Badan sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Badan sel saraf mengandung inti sel dan sitoplasma.
  3. Nukleus adalah inti sel saraf yang berfungsi sebagai pengatur kegiatan sel saraf (neuron).
  4. Neurit (Akson) adalah tonjolan sitoplasma yang panjang (lebih panjang daripada dendrit), berfungsi untuk menjalarkan impuls saraf meninggalkan badan sel saraf ke neuron atau jaringan lainnya. Jumlah akson biasanya hanya satu pada setiap neuron.
  5. Selubung Mielin adalah sebuah selaput yang banyak mengandung lemak yang berfungsi untuk melindungi akson dari kerusakan. Selubung mielin bersegmen-segmen. Lekukan di antara dua segmen disebut nodus ranvier.
  6. Sel Schwann adalah jaringan yang membantu menyediakan makanan untuk neurit (akson) dan membantu regenerasi neurit (akson).
  7. Nodus ranvier berfungsi untuk mempercepat transmisi impuls saraf. Adanya nodus ranvier tersebut memungkinkan saraf meloncat dari satu nodus ke nodus yang lain, sehingga impuls lebih cepat sampai pada tujuan.
  8. Sinapsis adalah pertemuan antara ujung neurit (akson) di sel saraf satu dan ujung dendrit di sel saraf lainnya. Pada setiap sinapsis terdapat celah sinapsis. Pada bagian ujung akson terdapat kantong yang disebut bulbus akson. Kantong tersebut berisi zat kimia yang disebut neurotransmiter. Neurotransmiter dapat berupa asetilkolin dan kolinesterase yang berfungsi dalam penyampaian impuls saraf pada sinapsis.
Sel-sel saraf (neuron) bergabung membentuk jaringan saraf. Ujung dendrit dan ujung akson lah yang menghubungkan sel saraf satu dan sel saraf lainnya. Menurut fungsinya, ada tiga jenis sel saraf yaitu:
  1. Sel saraf sensorik adalah sel saraf yang mempunyai fungsi menerima rangsang yang datang kepada tubuh atau panca indra, dirubah menjadi impuls (rangsangan) saraf, dan meneruskannya ke otak. Badan sel saraf ini bergerombol membentuk ganglia, akson pendek, dan dendritnya panjang.
  2. Sel saraf motorik adalah sel saraf yang mempunyai fungsi untuk membawa impuls saraf dari pusat saraf (otak) dan sumsum tulang belakang menuju otot. Sel saraf ini mempunyai dendrit yang pendek dan akson yang panjang.
  3. Sel saraf penghubung adalah sel saraf yang banyak terdapat di dalam otak dan sumsum tulang belakang. Neuron (sel saraf) tersebut berfungsi untuk menghubungkan atau meneruskan impuls (rangsangan) dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik.

1.2. Sel Glial

Sel Glial berfungsi diantaranya untuk memberi nutrisi pada sel saraf. Macam-macam neuroglia diantaranya adalah astrosit, oligodendrosit, mikroglia, dan makroglia.

2. Sistem Saraf Pusat

Pusat saraf berfungsi memegang kendali dan pengaturan terhadap kerja jaringan saraf hingga ke sel saraf. Sistem saraf pusat terdiri atas otak besar, otak kecil, sumsum lanjutan (medula oblongata), dan sumsum tulang belakang (medula spinalis). Otak terletak di dalam tulang tengkorak, sedangkan sumsum tulang belakang terletak di dalam ruas-ruas tulang belakang.
Tiga materi esensial yang ada pada bagian sumsum tulang belakang serta otak antara lain, yaitu:
  1. Substansi grissea atau bagian materi kelabu yang terbentuk dari badan sel.
  2. Substansi alba atau bagian materi putih yang terbentuk dari serabut saraf.
  3. Jaringan ikat atau sel-sel neuroglia yang ada di dalam system saraf pusat tepatnya di antara sel-sel saraf yang ada.
Selain itu, pada sistem saraf pusat terdapat juga Jembatan varol yang tersusun atas serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan, juga menghubungkan otak besar dengan sumsum tulang belakang. Jembatan varol berfungsi menghantarkan rangsang dari kedua bagian serebelum.

2.1. Otak Besar

Otak besar wujudnya kenyal, lunak, ada banyak lipatan, serta berminyak. Otak besar dikelilingi oleh cairan serebrospinal yang berfungsi memberi makan otak dan melindungi otak dari guncangan. Di dalam otak besar terdapat banyak pembuluh darah yang berfungsi memasok oksigen ke otak besar.
Bila otak besar pada laki-laki beratnya kira-kira 1,6 kg sedangkan bagi perempuan berat otak besar yang di miliki kira-kira adalah 1,45 kg. Jadi otak laki-laki yang lebih berat dikarenakan ukurannya yang juga lebih besar di bandingkan dengan otak wanita. Namun kecerdasan yang dimiliki masing-masing orang baik laki-laki maupun perempuan tidak tergantung dengan berat otak yang mereka miliki. Tapi yang mengukur dan menentukn tingkat kecerdasan yang ada pada otak yaitu yang jumlah hubungan antar saraf satu dengan lainnya itu dalam jumlah banyak.

2.2. Otak Kecil

Otak Kecil terletak di bagian belakang kepala dan dekat leher. Fungsi utama otak kecil adalah sebagai pusat koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Jika terjadi rangsangan yang membahayakan, gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan. Otak kecil merupakan pusat keseimbangan. Apabila terjadi gangguan (kerusakan) pada otak kecil maka semua gerakan otot tidak dapat dikoordinasikan.

2.3. Sumsum Lanjutan

Sumsum lanjutan (sumsum sambung) atau medula oblongata terletak di persambungan antara otak dengan tulang belakang. Fungsi sumsum lanjutan adalah untuk mengatur suhu tubuh, kendali muntah, pengatur beberapa gerak refleks (seperti batuk, bersin, dan berkedip), dan pusat pernapasan. Selain itu, sumsum lanjutan berperan untuk mengantarkan impuls yang datang menuju otak. Sumsum sambung pun mempengaruhi refleks fisiologi, seperti jantung, tekanan darah, volume, respirasi, pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan.

2.4. Sumsum Tulang Belakang

Sumsum tulang belakang atau medula spinalis berada di dalam tulang belakang. Sumsum tulang belakang terbagi menjadi dua lapisan, yaitu lapisan luar yang berwarna putih dan lapisan dalam yang berwarna kelabu. Sumsum tulang belakang dilindungi oleh tulang belakang atau tulang punggung yang keras. Tulang punggung terdiri dari 33 ruas. Fungsi utamanya adalah sebagai pusat gerak refleks.
Di dalam sumsum tulang belakang, terdapat saraf sensorik, motorik, dan saraf penghubung. Fungsi saraf-saraf tersebut adalah sebagai pengantar impuls dari otak dan ke otak.
Sumsum tulang belakang memiliki fungsi penting dalam tubuh. Fungsi tersebut antara lain menghubungkan impuls dari saraf sensorik ke otak dan sebaliknya, menghubungkan impuls dari otak ke saraf motorik; memungkinkan menjadi jalur terpendek pada gerak refleks.
Skema gerak biasa adalah: impuls (rangsangan) > saraf sensorik > otak > saraf motorik > otot > gerakan
Skema gerak refleks adalah: impuls (rangsangan) > saraf sensorik > sumsum tulang belakang > saraf motorik > otot > gerak refleks

5. Penyakit Pada Sistem Saraf

Penyakit dan kelainan sistem saraf adalah penyakit atau kelainan yang mempengaruhi fungsi sistem saraf pada manusia. Penyakit dan kelainan dapat terjadi dan menyerang pusat saraf, yaitu otak dan sumsum tulang belakang, atau sel-sel saraf pada jaringan saraf. Karena otak adalah pusat kendali dari semua aktivitas sadar kita – berpikir, berkemauan, mengingat, dan sebagainya – maka penyakit dan kelainan pada otak dapat menyebabkan perubahan dan gangguan yang dirasakan seluruh tubuh.
Penyakit dan kelainan otak dapat menyebabkan kekacauan pikir dan emosi, gangguan fungsi organ tubuh, kelainan psikologis, dan sebagainya. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang khususnya menyerang otak. Baik batang otak maupun kulit otak dan otak kecil.

5.1. Encephalitis

Encephalitis (Yunani: encekphalos (otak) dan itis (peradangan)) adalah peradangan otak. Peradangan otak ini dapat melibatkan pula struktur terkait lainnya.encephalomyelitis adalah peradangan otak dan sumsum tulang belakang, danmeningoencephalitis adalah peradangan otak dan “meninges” (membran yang menutupi otak). Penyebab encephalitis paling sering adalah karena infeksi mikroorganisme atau zat-zat kimia seperti timbal, arsen, merkuri (air raksa), dll.

5.2. Stroke

Kelayuan tiba-tiba otak akibat dari berkurangnya secara drastis aliran darah ke suatu bagian otak atau akibat pendarahan dalam otak. Keadaan ini berdampak antara lain kelumpuhan sementara atau menetap pada satu atau kedua sisi tubuh, kesulitan berkata-kata atau makan, dan lenyapnya koordinasi otot. Merokok, kolestrol tinggi, diabetes, penuaan, dan kelainan turunan adalah faktor utama penyebab stroke.

5.3. Alzheimer

Penyakit alzheimer ditandai oleh kerusakan sel saraf dan sambungan saraf di kulit otak dan kehilangan massa otak yang cukup besar. Gejala khas pertama yang muncul adalah pikun. Ketika makin buruk, kehilangan ingatan si penderita juga makin parah. Keterampilan bahasa, olah pikir, dan gerak turun drastis. Emosi jiwa dan suasana hati jadi labil. Penderita cenderung rentan dan lebih peka terhadap stres. Mudah terombang-ambing antara marah, cemas, atau tertekan. Pada tahap lebih lanjut, penderita kehilangan responsibilitas dan mobilitas serta kontrol terhadap fungsi tubuh.

5.4. Gegar Otak

Kehilangan sementara fungsi otak yang disebabkan oleh luka relatif ringan pada otak dan tak selalu berkaitan dengan ketidaksadaran. Orang yang kena gegar otak mungkin tak ingat apa yang terjadi sesaat sebelum atau setelah luka. Gejala gegar otak antara lain cadel berbicara, kebingunan berat, koordinasi otot terganggu, sakit kepala, pusing, dan mual.

5.5. Epilepsi

Epilepsi adalah kelainan kronik yang dicirikan oleh serangan mendadak dan berulang-ulang yang disebabkan oleh impils berlebihan sel-sel saraf dalam otak. Serangan dapat berupa sawan, hilang kesadaran beberapa saat, gerak atau sensasi aneh bagian tubuh, tingkah laku aneh, dan gangguan emosional. Serangan epilepsi umumnya berlangsung hanya 1-2 menit. Kemudian diikuti oleh kelemahan, kebingungan, atau kekurangtanggapan.

5.6. Narkolepsi

Narkolepsi adalah gangguan tidur yang ditandai dengan serangan tidur tiba-tiba dan tak terkendali di siang hari, dengan gangguan tidur di malam hari. Penderita bisa mendadak tertidur di mana saja dan kapan saja bahkan saat berdiri atau berjalan. Tidur berlangsung beberapa detik atau menit dan bahkan lebih dari sejam.

5.7. Afasia

Afasia adalah kerusakan dalam pengungkapan dan kepahaman bahasa yang disebabkan oleh kerusakan lobus frontal dan temporal otak. Afasia bisa disebabkan oleh luka kepala, tumor, stroke, atau infeksi.

5.8. Dementia

Kemunduran kapasitas intelektual – yang kronis dan biasanya kian memburuk – yang berkaitan dengan kehilangan sel saraf secara meluas dan penyusutan jaringan otak. Dementia paling biasa terjadi di kalangan lansia meskipun dementia ini dapat menyerang segala usia. Kondisi dementia dimulai dengan hilangnya ingatan, yang mula-mula tampak sebagai ketidakingatan atau kelupaan sederhana. Ketika memburuk, lingkup kehilangan ingatan meluas hingga penderita tak lagi ingat akan keterampilan, sosial, dan hidup yang paling dasar sekalipun.

SUMBER 2
Standar Kompetensi : 1. Memahami berbagai sistem dalam berbagai sistem dalam kehidupan
Kompetensi Dasar      : 1.3 Mendeskripsikan sistem koordinasi dan alat indera pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan
Sistem Koordinasi dan Sistem Indera pada Manusia
Pernahkah tanganmu menyentuh benda yang panas? Bagaiman reaksi tanganmu atau tubuhmu? Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Bila kamu mendengar seseorang memanggil namamu, tentunya kamu akan menoleh, bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Ada sesuatu dari luar yaitu panasnya benda yang kamu sentuh, atau suara panggilan dari temanmu. Tubuhmu memberikan tanggapan terhadap rangsang dari luar tersebut.
Jantung berdebar dan tangan bergeerak spontan karena terkejut, Pernahkah kamu pikirkan mengapa dan bagaimana tubuhmu bisa memberi tanggapan atau respon seperti itu? Sistem koordinasi,  dan indera bersama-sama terlibat dalam proses tersebut.
Pernahkah kamu menginjak benda yang panas? Tanpa kamu sadari, kamu langsung menarik kakimu. Mengapa hal ini terjadi? Hal ini terjadi karena kamu memiliki sistem saraf yang berfungsi untuk merespons rangsangan dan melaporkannya ke otak. Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi tubuh. Selain sistem saraf, terdapat sistem hormon yang mengendalikan sistem fisiologis tubuh. Sistem saraf berhubungan erat dengan alat indera manusia. Misalnya, ketika kamu menyentuh batang bunga yang berduri, kamu terlebih dahulu melihat batang tersebut dengan mata. Kemudian, kamu menyentuh duri tersebut, lalu kamu terkejut karena duri tersebut melukai kulitmu. Dari responmu tersebut pun sistem saraf telah bekerja.
A. Sistem Saraf
Sistem saraf disusun oleh satuan terkecil yang disebut sel saraf. Sistem saraf terdiri atas otak, sumsum tulang belakang, dan saraf (neuron). Fungsi sistem saraf adalah sebagai pengatur koordinasi alat-alat tubuh dan sebagai
pusat kesadaran, kemauan, dan pikiran.

1. Sel Saraf
Sel saraf atau neuron merupakan unit dasar dari sistem saraf. Berdasarkan fungsinya, sel saraf dibagi menjadi dua macam, yaitu neuron dan neuroglia. Neuron berfungsi sebagai pembawa impuls dari organ ke saraf pusat atau sebaliknya. Sedangkan, neuroglia berperan untuk mendukung neuron melaksanakan tugasnya dengan baik. Neuron terdiri atas tiga bagian, yaitu: badan sel, dendrit, dan neurit. Badan sel memiliki sebuah inti dan di dalam
sitoplasmanya terdapat butir-butir Nissl yang mengandung RNA. Butir-butir Nissl ini berfungsi untuk mensintesis protein. Dendrit berfungsi untuk menyampaikan impuls (rangsangan) menuju badan sel. Sedangkan, neurit berfungsi menyampaikan informasi dari badan sel ke sel lainnya. Pertemuan antara neurit dengan dendrit disebut sinapsis. Di dalam neurit terdapat serabut-serabut halus yang disebut neurofibril. Neurofibril diselubungi oleh selaput mielin yang berfungsi melindungi dan memberi makan neurit. Pada tempat tertentu, terdapat penyempitan yang tidak
diselubungi selaput mielin, disebut nodus ranvier.

Gambar 1 Sel Saraf
Berdasarkan struktur dan fungsinya, terdapat tiga macam sel saraf, yaitu sel saraf sensorik, motoris, dan konektor (interneuron).
a. Neuron Sensorik
Neuron sensorik (neuron aferen) berfungsi untuk menghantarkan impuls dari indera ke sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang).
b. Neuron Motoris
Neuron motoris (neuron eferen) berfungsi untuk menghantar impuls dari sistem saraf pusat ke kelenjar atau otot.
c. Neuron Konektor (Interneuron)
Interneuron berfungsi untuk meneruskan impuls (rangsangan) dari neuron sensorik ke neuron motoris. Interneuron merupakan sel saraf yang memiliki banyak dendrit dan akson (multipolar).
2. Gerak Biasa dan Gerak Refleks
Gerak adalah suatu aktivitas tubuh karena adanya rangsangan oleh saraf. Gerak dibagi menjadi dua macam, yaitu gerak biasa dan gerak refleks. Gerak biasa adalah gerak yang dilakukan dengan kesadaran. Sedangkan, gerak
refleks dilakukan di luar kesadaran. Gerak refleks sangat dibutuhkan untuk menghindari bahaya. Berdasarkan letak neuron penghubung (neuron
konektor), gerak refleks dibagi menjadi dua macam, yaitu refleks otak dan refleks tulang belakang. Jika neuron konektornya terletak di otak disebut refleks otak. Contohnya, gerakan pupil mata yang menyempit dan melebar karena terkena rangsangan cahaya. Jika neuron konektornya terletak di sumsum tulang belakang disebut refleks sumsum tulang belakang. Contohnya, gerakan lutut yang tidak disengaja.
3. Sistem Saraf Pusat dan Saraf Tepi
Sistem saraf dibagi menjadi dua macam, yaitu sistem saraf pusat dan saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan, sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf sadar (saraf kraniospinal) dan saraf tak sadar (saraf otonom).
a. Sistem Saraf Pusat
Sistem saraf pusat merupakan pusat pengaturan informasi. Seluruh aktivitas tubuh dikendalikan oleh sistem saraf pusat. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Otak dilindungi oleh tengkorak dan sumsum tulang belakang dilindungi oleh ruas-ruas
tulang belakang. Otak dan sumsum tulang belakang dibungkus oleh
selaput meningia yang melindungi sistem saraf halus, membawa pembuluh darah, dan dengan mensekresi sejenis cairan yang disebut cairan serebrospinal, selaput meningia dapat memperkecil benturan dan guncangan. Meningia terdiri atas tiga lapisan, yaitu piamater, arachnoid, dan duramater.
1) Otak
Otak merupakan pusat saraf yang terletak di dalam rongga tengkorak. Otak manusia terdiri atas dua belahan, yaitu otak kiri dan kanan. 
Otak kiri mengendalikan tubuh bagian kanan. Sebaliknya, otak kanan mengendalikan tubuh bagian kiri. Hal ini terjadi karena pindah silang pada jalur-jalur spinal. Otak dibagi menjadi empat bagian, yaitu otak besar, otak tengah, otak kecil, dan sumsum lanjutan.
a) Otak besar (cerebrum)
Otak besar pada manusia dewasa memiliki volume sekitar ± 1500 cm3. Permukaan otak berlipat-lipat sehingga dapat memuat jutaan neuron. Bagian luar otak berisi neuron sehingga berwarna kelabu (substansia grissea). Sedangkan, otak bagian dalam berisi neurit dan dendrit sehingga
berwarna putih (substansia alba). Otak besar merupakan pusat ingatan, kesadaran, kecerdasan, dan kemauan. Selain itu, otak besar juga merupakan sumber semua kegiatan yang manusia sadari. Otak besar terbagi menjadi empat bagian, yaitu:
1) bagian depan : pusat gerakan otot
2) bagian tengah : pusat perkembangan ingatan dan
kecerdasan
3) bagian samping : pusat pendengaran
4) bagian belakang : pusat penglihatan
b) Otak tengah (mesensefalon)
Otak tengah merupakan bagian otak yang terletak di antara pons vasoli dan diensefalon. Otak tengah berhubungan dengan sistem penglihatan dan pendengaran. Di bagian depan dari otak tengah terdapat:
1) Talamus, yaitu bagian yang menjalankan pemisahan pertama impuls yang tiba dan mengarahkan impuls ke bagian cerebrum yang berbeda, serta mengarahkan sebagian dari impuls ke sumsum tulang belakang.
2) Hipotalamus, yaitu bagian yang mengatur suhu tubuh, selera makan, dan keseimbangan cairan tubuh.

c) Otak kecil (cerebelum)
Otak kecil terletak di bawah otak besar, di dalam rongga tengkorak bagian belakang. Fungsi otak kecil adalah untuk mengatur keseimbangan tubuh, posisi tubuh, dan gerakan otot yang disadari. Bagian kiri dan bagian kanan otak kecil dihubungkan oleh suatu penghubung yang disebut jembatan varol, seperti otak besar. Bagian luar otak kecil (korteks) berwarna kelabu dan bagian dalam (medula) berwarna putih.
d) Sumsum lanjutan (medula oblongata)
Sumsum lanjutan terdapat di muka otak kecil dan di bawah otak besar, dan merupakan perpanjangan dari sumsum tulang belakang. Bagian dalamnya berisi neuron sehingga berwarna kelabu. Sedangkan, bagian luarnya berwarna putih karena berisi neurit dan dendrit. Fungsi sumsum lanjutan adalah sebagai pengatur pernapasan, gerakan jantung, dan gerak alat pencernaan.

Gambar Otak
2) Sumsum tulang belakang (medula spinalis)
Sumsum tulang belakang dilindungi atau berada di dalam ruas-ruas tulang belakang. Bagian luarnya berwarna putih dan bagian dalam berwarna kelabu. Sumsum tulang belakang terletak memanjang dari ruas-ruas leher sampai ruas pinggang yang kedua. Selaput otak juga menyelaputi sumsum tulang belakang.
Fungsi sumsum tulang belakang, yaitu:
a) Pusat perantara antara susunan saraf tepi dan otak.
b) Menghantarkan impuls menuju atau dari otak.
c) Mengatur gerak refleks tubuh.
Penampang melintang sumsum tulang belakang terlihat seperti gambar kupu-kupu dengan warna kelabu, berisi neuron. Rangsang disampaikan ke otot lewat serabut saraf sensorik. Sedangkan, tanggapan dari pusat ke efektor disampaikan lewat serabut saraf motorik. Serabut saraf
tersebut terdapat di sumsum tulang belakang.
b. Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf sadar dan sistem saraf tidak sadar. Sistem saraf sadar meliputi sistem saraf kepala (kranial). Sedangkan, sistem saraf tidak sadar dibagi menjadi dua macam, yaitu saraf simpatik dan parasimpatik.
1) Sistem saraf sadar
Sistem saraf sadar (kraniospinal) merupakan saraf yang mengatur gerakan yang dilakukan secara sadar. Sistem saraf sadar dibagi menjadi dua macam, yaitu kranial dan spinal. Sistem saraf kranial atau kepala disusun oleh 42 pasang  saraf yang keluar dari otak. Saraf kranial berhubungan dengan reseptor dan efektor untuk daerah kepala. Sedangkan, saraf spinal disusun oleh 31 pasang saraf yang  keluar dari sumsum tulang belakang.
2) Sistem saraf tak sadar (saraf otonom)
Sistem saraf otonom dibagi menjadi dua bagian, yaitu  saraf simpatik dan parasimpatik yang memiliki susunan  dan fungsi yang khas.
a) Sistem saraf simpatik
Sistem saraf simpatik terdiri atas serangkaian urat  kembar berupa ganglion-ganglion yang tersebar di beberapa daerah, seperti daerah leher, daerah dada, daerah pinggang, dan daerah pelvis.  Serabut saraf simpatik berfungsi untuk merangsang kerja otot jantung, otot-otot tak sadar semua pembuluh  darah, dan semua alat-alat dalam, seperti lambung, pankreas,dan usus. Selain itu, merangsang serabut motorik sekretorik
pada kelenjar keringat dan mempertahankan tonus semua otot, termasuk tonus otot sadar.
b) Sistem saraf parasimpatik
Susunan saraf parasimpatik berupa jaringan susunan  saraf yang berhubungan dengan ganglion-ganglion yang  tersebar di seluruh tubuh. Sistem saraf parasimpatik memiliki fungsi kebalikan dari saraf simpatik.